Breaking News

Heboh Wakil Walikota Sungai Penuh Dikabarkan Pukul Seorang Kasi Kesbangpol, Zulhelmi : Saya Merasa Dilecehkan

Suarakerinci.com, KERINCI - Pemerintah Kota Sungai Penuh, pagi tadi sekitar pukul 10.00 wib jelang pemantauan TPS dikejutkan dengan keributan didepan parkiran mobil dinas Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh.

Informasi yang diterima keributan tersebut dikarenakan aksi dari Wawako Sungai Penuh, Zulhelmi yang merupakan Ketua tim 2 dalam pelaksanaan pemantauan TPS tersebut, dikabarkan memukul seorang kasi Kesbangpol Sungai Penuh.

"Kita tidak tahu sebab pasti, tapi pas Menjelang berangkat, Wawako tiba-tiba marah, memukul Kasi Kesbangpol hingga menendang," ungkap sumber yang dapat dipercaya, saat itu berada dilokasi kejadian.

Akibatnya, salah seorang Kasi Kesbangpol yang terkena pukulan, sempat mengalami sakit perut dan kabur dari lokasi.

"Kasian, beliau sudah tua dipukul lagi," kesalnya.

Sementara itu, terkait informasi Wakil Walikota Sungai Penuh, Zulhelmi mengaku merasa dilecehkan, lantaran pada saat hendak melakukan pemantauan sejumlah TPS, dalam rangka pelaksanaan Pemilu 2019 tanpa koordinasi terlebih dahulu.

"Sebelum berangkat saya telah memberitahukan kepada panitia bahwa sebelum melakukan pemantauan, agar tim dikumpulkan terlebih dahulu diruang Wawako atau ruang Aula, untuk membicarakan, duduk bersama apa sasaran. Namun tidak ditanggapi,"ungkapnya.

Dia justru mengaku terkejut pada saat menerima laporan langsung tim dua yang dikomandoinya akan segera berangkat memantau TPS.

"Karna turun kelapangan, saya ini bekas polisi, turun lapangan tau sasaran apo, cara bertindak seperti apa, koordinasi dulu, ini tidak ada, tiba-tiba langsung berangkat," katanya.

"Aku kan ketua tim 2, kan tidak boleh seperti itu, itu ada unsur pelecahan. Gawe ini gawe Nasional, bukan gawe main-main," tambahnya.

Dirinyapun menegaskan, bahwa siapapun yang berada diposisi dirinya pada saat itu, pasti akan marah karena merasa dilecehkan. "Uhang yang duduk diposisi aku ini, pasti marah, kadang kanti-kanti keterlaluan, tidak tau etika,"tegasnya.(per)
Ilustrasi pemukulan