Breaking News

Tokoh Adat Hamparan Rawang Merasa Tidak Dilibatkan, Camat Minta Museum Adat Segera Difungsikan

Suarakerinci.com, SUNGAIPENUH-Drama penyalahgunaan Museum adat Sungai Pejuh yang terletak di Desa Maliki Air Kecamatan Hamparan Rawang memasuki babak baru, pihak Tokoh Adat menyebut setelah dibangun tokoh adat tidak kunjung dilibatkan, bahkan tidak mendapat koordinasi dari Pemkot Sungai Penuh.

Alhasil, pihak adat tidak begitu memperhatikan Museum Adat sungai penuh, lantaran tidak memiliki wewenang dan sama sekali tidak dilibatkan pemkot sungai penuh dalam pengembangannya.

Salah seorang tokoh adat Hamparan Rawang, Mushar mengakui telah disalahgunakannya museum adat Sungai Penuh, namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak dalam mengantisipasinya. Lantaran status dari museum adat tersebut, bahkan tokoh adat tidak pernah lagi dilibatkan.

"Bagaimana kita mau mengawasi, kalau tidak ada koordinasi dari pemkot sungai penuh. Bahkan, kita juga tidak tahu kapan serahterima museum adat ke Dinas Kebudayaan dan pariwisata dan kapan persesmiannya,"ungkapnya.

Atas tidak adanya koordinasi tersebut, lanjutnya pihaknya tidak bisa berbuat banyak akan apa yang terjadi dengan museum adat Sungai Penuh, lantaran sampai sekarang Pemkot Sungai Penuh tidak memberikan mandat maupun koordinasi dengan pihaknya.

"Paling tidak ada mandat atau koordinasi, salah satunya mohon membantu dalam menjaga museum, maka secara otomatis kita siap. Sampai sekarang memang tidak ada komunikasi lagi,"sebutnya.

Tidak hanya tokoh adat saja, Pemerintah Kecamatan Hamparan Rawang angkat bicara dan meminta Gedung Adat bisa segera difungsikan. Mengingat masyarakat tidak mungkin selalu memantau Gedung Adat setiap Waktunya.

Camat Hamparan Rawang, Sev Eka Putra mengaku baru mendapat informasi tersebut, dia sangat berharap agar Rumah Adat bisa segera difungsikan agar tidak dimanfaatkan warga untuk yang tidak-tidak.

"Saya baru dapat kabar pintu terbuka, karena tidak dimanfaatkan makanya disalahgunakan. Kita minta dinas terkait bisa ambil tindakan, paling tidak mengunci pintu museum dan memfungsikannya,"pintanya.(ade)
Tampak Museum Adat Sungai Penuh